Tata bahasa HSK 6 · Bab 6 · HSK6-6-2

大不了 (dàbùliǎo) - Paling parahnya / Paling tidak

Rumus

大不了 + [kalimat/konsekuensi]

Pola ini digunakan untuk menyatakan bahwa konsekuensi terburuk dari suatu tindakan masih dapat diterima atau tidak terlalu buruk. Biasanya diikuti oleh hasil atau tindakan alternatif yang dianggap lebih ringan.

Contoh kalimat

  1. 大不了我们走路去,反正也不远。

    Dàbuliǎo wǒmen zǒulù qù, fǎnzheng yě bù yuǎn.

    Paling parahnya kita jalan kaki saja, toh tidak jauh.

  2. 大不了重新做一遍,别担心。

    Dàbuliǎo chóngxīn zuò yí biàn, bié dānxīn.

    Paling parahnya mengulang sekali lagi, jangan khawatir.

Kesalahan umum pelajar Indonesia

Pelajar Indonesia sering menggunakan '大不了' untuk menyatakan 'tidak masalah' secara umum, tanpa menghubungkannya dengan konsekuensi spesifik.

Jangan begini

大不了,我不去上班。

Dàbuliǎo, wǒ bú qù shàngbān.

Kalimat ini tidak lengkap karena tidak menyebutkan konsekuensi atau tindakan alternatif yang dimaksud. Seharusnya ada hasil yang dianggap lebih ringan, misalnya '大不了,我辞职。' (Paling parahnya, saya berhenti kerja.)

Pola ini diajarkan di HSK 6 Bab 6 — Menjadi Karyawan Baru. Latihan interaktif, audio, dan kosakata babnya ada di kurikulum.

Pola lain di Bab 6

Judul dan urutan pola mengikuti buku standar HSK 6 (Mahir); penjelasan dan contoh ditulis tim Pinter Mandarin sesuai standar editorial.