Gratis · Tanpa daftar · 44 marga

Marga Tionghoa: dari Tan, Lim, Oei ke Hanzi dan Pinyin

Marga Tionghoa di Indonesia ditulis dengan ejaan Hokkien atau Hakka zaman Belanda, bukan pinyin. Tan adalah 陈 Chén, Lim atau Liem adalah 林 Lín, Oei adalah 黄 Huáng, dan Ong adalah 王 Wáng. Setelah 1966 banyak keluarga memakai nama Indonesia yang masih menyimpan bunyi marganya, seperti Tanoto dari Tan atau Halim dari Lim. Ketik salah satunya di bawah.

    Daftar marga Tionghoa Indonesia

    Ejaan pertama adalah yang paling umum di Indonesia. Nama Indonesia di kolom terakhir adalah yang masih menyimpan bunyi marga; daftar lengkapnya ada di halaman tiap marga.

    Ejaan di IndonesiaHanziPinyinContoh nama Indonesia
    Tan, Tjhin, Tjan陈陳ChénTanoto, Tanudjaja, Tanujaya, Tanuwidjaja, Tanuwijaya
    Lim, Liem林LínHalim, Salim, Alim, Limanto, Limantoro
    Oei, Oey, Oeij, Ng, Wee, Bong, Wong, Eng黄黃HuángWijaya, Widjaja, Winata, Wibowo, Wibisono
    Ong, Wong, Bong王WángOngko, Ongkowijaya, Onggo, Wangsa, Wangsadinata
    Go, Goh, Gouw, Ng吴吳WúGozali, Gunawan, Gotama, Gautama, Gondo
    Kwee, Kwik, Kwek, Kok, Kho郭GuōKusuma, Kusumo, Kusumawijaya, Kurniawan, Kurnia
    Lie, Li, Lee李LǐLiman, Limanto, Lianto, Liyanto, Lidarto
    Tjoa, Tjhoa, Tjhai, Tjua蔡CàiTjahjadi, Cahyadi, Cahya, Cahyo, Cipto
    The, Te, Tjeng郑鄭ZhèngTedja, Teja, Tejakusmana, Tejokusuma, Tejamulia
    Thio, Tio, Teo, Theo, Tjong, Tjiong张張ZhāngSetio, Setiono, Sutiono, Sulistio, Prasetio
    Ang, Hoeng洪HóngAnggono, Anggoro, Anggodo, Angkasa, Anggakusuma
    Gan, Ngan颜顏YánGanda, Gani, Ganiawi
    Liauw, Liao廖LiàoBelum tercatat
    Siauw, Sio, Siao萧蕭XiāoBelum tercatat
    Lauw, Lau, Liu, Lioe, Law刘劉LiúLawang, Lawanto, Lawita, Lawijaya, Lawardi
    Phoa, Phwa, Phan, Poen潘PānPualam, Pandega, Panduwirja, Pansawira, Supandi
    Yap, Jap, Yip叶葉YèYapari, Yapardi, Yaputra, Yapar, Japri
    Sim, Siem沈ShěnSimon, Simargi, Hasim
    Kwa, Koa, Kua柯KēKoari
    Han韩韓HánHandoko, Handoyo, Handojo, Handaya, Hanjaya
    Khouw, Kho, Khou, Khu, Ko许許XǔKosasih, Komar, Komara, Kodinata, Kowara
    Njoo, Nyoo, Nio, Yo, Jo, Jouw杨楊YángYohan, Yoso, Yosadi, Yongki, Yokowijaya
    Ho, Hoo何HéHonarto, Honoris, Hosea, Wahono, Nugroho
    Ko, Kouw高GāoKoco, Kosasih
    Kang, Kong, Kiang江JiāngKangean, Konjaya
    Tjia, Tjhia, Cia, Sie谢謝XièCiawijaya, Tjiawidjaja, Ciawi, Ciasmanto, Cahyadi
    Tjan, Tjen, Tjin, Chan曾ZēngTjandra, Chandra, Candra, Chandrakusuma, Chandrawinata
    Oen, Boen, Woen, Wen温溫WēnBunjamin, Benjamin, Bunawan, Buntaran, Buntara
    Tjoe, Tju, Chu朱ZhūJuwinata, Jumena, Jugito
    Tjioe, Tjio, Tjiu, Ciu, Tjoe周ZhōuCiuwandi, Ciwijaya, Cokrowardoyo
    Nio, Niouw, Liang, Liong梁LiángLiando, Liangani, Melianggan, Niopo
    Lo, Loh, Loo, Lou罗羅LuóLolang, Lokasari, Loris, Pranolo, Samalo
    Souw, So, Soe, Su苏蘇SūSosro, Sosrojoyo, Solihin, Sofian, Suhadi
    Soe史ShǐSuganda, Sutrawan
    Sie, Si施ShīSidharta, Sidjaja, Sijaya, Siputra, Sinarta
    Teng, Tang邓鄧DèngTenggara, Tengger, Ateng
    Tjoeng, Tjung, Tjiong钟鍾ZhōngCundiawan, Cungandi, Cungkoro
    Auw, Aw, Ouw, Oh, Hoo胡HúHusino
    Goei, Gui, Wei魏WèiWibisono, Wiratama, Gunardi
    Tjie, Tjhie, Djie, Chee徐XúCiputra
    Auwjong, Auwyang, Ojong, Oyong欧阳歐陽ŌuyángOjong, Oyong
    Lay, Lai, Loa, Lua赖賴LàiLohanda, Lohananta, Lasuki, Laiherman
    Khoe, Khu, Hioe, Kauw丘QiūKosasih, Kusuma, Kurnia, Kurniadi, Kusnadi
    Thee, Tee, Te戴DàiTeja, Suteja, Tejamulia, Tejasukmana, Tejarukmana

    Kenapa ejaannya bukan pinyin?

    Sebagian besar leluhur Tionghoa Indonesia berbahasa Hokkien, Hakka (Khek), Teochew (Tiociu), atau Kanton, bukan Mandarin. Marga mereka dicatat menurut bunyi dialek itu dengan ejaan Belanda, jauh sebelum pinyin dipakai (1958). Karena itu satu hanzi bisa punya beberapa ejaan: 陈 Chén dibaca Tân dalam Hokkien sehingga ditulis Tan, sedangkan keluarga Hakka menulisnya Tjhin.

    Ejaan lama juga berbeda dari ejaan sekarang: oe dibaca u, tj dibaca c, dj dibaca j, dan j dibaca y. Pencarian di atas sudah menyamakan keduanya.

    Kenapa banyak yang berganti nama?

    Keputusan Presidium Kabinet No. 127/U/Kep/12/1966 menganjurkan warga negara Indonesia keturunan Tionghoa memakai nama Indonesia. Setahun kemudian Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 membatasi perayaan adat Tionghoa di depan umum.

    Banyak keluarga memilih nama yang tetap menyimpan bunyi marga: Tan menjadi Tanoto atau Tanuwijaya, Lim menjadi Halim atau Salim, Kwee menjadi Kusuma. Inpres itu dicabut lewat Keputusan Presiden No. 6 Tahun 2000, dan sejak 2003 Imlek menjadi hari libur nasional.

    Menyebut marga dalam bahasa Mandarin

    Dalam Mandarin, marga dipakai dengan kata kerja 姓 xìng (bermarga). Pertanyaan yang sopan untuk orang yang baru dikenal memakai 贵姓 guìxìng.

    您贵姓?Nín guìxìng?
    Boleh tahu marga Anda?
    我姓陈。Wǒ xìng Chén.
    Saya bermarga Chen (Tan).
    我姓林,叫林美玲。Wǒ xìng Lín, jiào Lín Měilíng.
    Saya bermarga Lin, nama saya Lin Meiling.
    我的姓是黄。Wǒ de xìng shì Huáng.
    Marga saya Huang (Oei).

    Mau sekalian menulis nama lengkapmu dalam hanzi? Coba alat Nama Mandarin, atau baca daftar nama Mandarin dan artinya.

    Sumber data

    Ejaan dan nama Indonesia dihimpun dari tabel marga Tionghoa Indonesia di Wikipedia bahasa Inggris ("Chinese Indonesian surname", tiap nama bersumber), dan daftar marga di tionghoa.info. Satu ejaan sering dipakai beberapa marga; di halaman tiap marga kami tuliskan kapan itu terjadi. Punya koreksi dari catatan keluarga? Kirim lewat halaman Bantuan.

    Pertanyaan yang sering muncul

    Marga Tan dalam bahasa Mandarin apa?

    Tan adalah ejaan Hokkien untuk marga 陈 (tradisional 陳), yang dalam Mandarin dibaca Chén. Nama Indonesia yang sering berasal dari marga ini antara lain Tanoto, Tanuwijaya, Tanujaya, Sutanto, dan Hartanto.

    Marga Oei atau Oey itu hanzinya apa?

    Oei dan Oey adalah ejaan Hokkien zaman Belanda untuk 黄 (tradisional 黃), dibaca Huáng dalam Mandarin. Oei dibaca seperti "ui". Nama Indonesia yang tercatat untuk marga ini antara lain Wijaya, Widjaja, Winata, dan Wibowo.

    Bagaimana cara tahu marga Tionghoa keluarga saya?

    Tanyakan orang tua atau kakek-nenek lebih dulu. Kalau tidak ada yang ingat, cari hanzi di dokumen dan benda keluarga: akta atau surat ganti nama lama, papan nama leluhur (sinci) di meja abu, batu nisan (bongpay), atau undangan pernikahan lama. Alat ini membantu menebak dari nama Indonesia, tetapi hanya catatan keluarga yang bisa memastikan.

    Apakah nama Wijaya atau Gunawan pasti dari marga tertentu?

    Tidak. Banyak nama Indonesia dipakai oleh keluarga dari beberapa marga sekaligus. Gunawan, misalnya, tercatat dipakai keluarga bermarga Go (吴 Wú), Kwee (郭 Guō), Lim (林 Lín), Lie (李 Lǐ), dan lainnya. Nama yang masih menyimpan bunyi marga, seperti Tanoto atau Halim, lebih bisa ditebak.

    Kenapa banyak orang Tionghoa Indonesia mengganti nama?

    Keputusan Presidium Kabinet No. 127/U/Kep/12/1966 menganjurkan warga negara Indonesia keturunan Tionghoa memakai nama Indonesia. Banyak keluarga memilih nama yang masih menyimpan bunyi marga mereka, sehingga Tan menjadi Tanoto dan Lim menjadi Halim atau Salim.

    Apa bedanya Lim dan Liem, atau Tjoa dan Cahyadi?

    Tidak ada bedanya dalam bunyi. Liem, Tjoa, dan Tjahjadi memakai ejaan lama (sebelum EYD 1972): oe dibaca u, tj dibaca c, dj dibaca j, dan j dibaca y. Jadi Tjahjadi dan Cahyadi adalah nama yang sama dalam ejaan berbeda.

    Alat gratis lainnya

    Mau bisa membaca dan mengucapkannya sendiri?

    Pinter Mandarin mengajarkan Mandarin dari nol dalam Bahasa Indonesia: kurikulum HSK 1 lengkap gratis, dengan audio native speaker dan latihan harian.